Selasa, 08 Agustus 2017

Ilmu

Bismillah..
Faedah dan manfaat apa yang didapat seorang pencari ilmu ketika membaca, mendengar, mengamati, menelaah suatu ilmu membuat ia merasa lebih tahu, lebih pintar, dan segala merasa dirinya lebih baik dari orang lain dan men-jugde orang lain rendah berada dibawahnya dan enggan untuk berbagi kepada orang yang belum tahu.
Bukan itu hakikatnya kita mencari ilmu ya ikhwah fillah, bukan..
Bukan untuk sombong dan ujub.
Melainkan untuk membuat kita takut akan Sang Maha Tinggi, yang Ilmunya Tak Tertandingi. Tak pantas kita begitu sombong dan ujubnya ketika kita hanya menggenggam satu genggaman pasir saja sedangkan suatu ilmu lebih dari buih di lautan.
Mari kita contoh para Salafush Shalih yang ilmunya sudah mumpuni tapi dirinya senantiasa rendah hati =)

Senin, 07 Agustus 2017

Karena Muslimah tak Sebatas itu

Baru setelah lulus SMA saya menyadari bahwa berkarya, berpendidikan dan berpestasi itu penting.  Membelalakan mata saya selama ini bahwa pemikiran saya ini terlalu sempit tentang arti seorang 'Muslimah'yang kaku dan kurang ekspresif. Menyadari betul kini, seorang muslimah tak sebatas itu. 

Dann kalau begitu kemana pemikiran saya selama ini ?  "Entahlah, yang jelas tentang  muslimag yang kaku dan berdiam diri."

Dan saya sadar betul bahwa kegagalan selama ini karena saya kurang serius dan saya memakai kacamata kudaa yang membuat saya not progress.

Teringat seorang teman jurusan Ekonomi, "Fit hidup harus balance kayak akutansi. Akhirat hayuk, dunia hayuk. Kan Umaar bin Khattab juga marah besar ketika seseorang hanya bekerja beribadah hingga lupa dia tinggal di dunia dan harus mencarinya"

Pesanku : jangan merasa terbatas karena kau seorang muslimah...

Minggu, 06 Agustus 2017

Senja Oranye

Gadis gembul,  polos nan luguh itu bernama Senja.. entahlah, mungkin latar belakang  penamaan dirinya karena ia dilahirkan di Senja oranye saat Sang Surya perlahan memejamkan dirinya di ufuk Barat.

Saking luguh dan polosnya, setiap hari ia selalu dimanfaatkan oleh teman sebayanya. Dipalak, jadi bahan olok-olok, di suruh ini itu bak Bawang Putih di  dongeng-dongeng. Ia tak melawan, dibiarkan saja kelakuan teman-temannya itu kepada dirinya.  Ia selalu takut jika menolak, takut apabila semua teman-temannya akan marah lalu menjauhi dirinya seperti kejadian seminggu yang lalu saat dia tak mau memberikan uangnya kepada Teh Ira, teman ngajinya...... lanjut besok

~Nurfitri

Sabtu, 05 Agustus 2017

A-M-A-N-A-H

Sejatinya sejak pertama diciptakan manusia, manusia memang ditakdirkan untuk selalu mengemban amanah. Dia yang seorang muslim pada dasarnya telah terpatri untuk diberi amanah. Amanah terhadap Tuhannya, amanah terhadap alam, amanah terhadap dirinya, amanah terhadap saudaranya, amanah terhadap temannya, amanah terhadap seluruh makhluk-Nya.

Amanah adalah tugas, setiap tugas adalah amanah. Dan setiap amanah harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Kenapa amanah harus dilakukan sebaik-baiknya? Karena kalau tidak bukan  saja teman di lingkungan yang menjauh, tapi apabila amanah tidak dikerjakan semua makhluk-Nya akan berpaling muka dari kita.

Amanah, memang seringkali melelahkan. Dan memang begitu.. amanah sejatinya adalah titipan, maka setiap kita tidak berusaha untuk melakukan yang terbaik maka akan berkurang kepercayaannya terhadap kita sebagai yang dititipinya.

Memang, manusia tak ada yang sempurna dalam menjalankan suatu amanah. Karena dimana kita ketahui setiap manusia dikarunia kekurangan dan kelebihan daaannnnn manusia memiliki nafsu untuk lelah dan malas. Okey tak apa itu wajar lho! Karena otak manusia kadang memiliki kejenuhan.

Eh, eh tunggu dulu. Tapi kok bisa-bisanya ada orang memiliki waktu 24 jam tapi bisa melaksanakan amanah dengan baik? Yah bisa, bukan karena mereka malaikat. Tapi... karena mereka sering berlatih, menghargai proses hingga amanah yang diemban menjadi suatu "habbit". Mereka mengatur waktu, melawan gejolak menunda-nunda dan memberikan kontribusi yang total terhadap  suatu pencapaian yang akhirnya berbuah pada frofesional amanah.

Frofesional amanah itu... takut amanah tak dikerjakan, setidaknya kalau amanahnya  sulit bin rieut mereka bertanya atau dikerjakan sebisa mungkin lalu di diskusikan, serta seorang frofesional amanah tidak menunda-nunda waktu untuk berbuat !

Yang terpenting, jika hati kita bergejak untuk menolak melaksanakan amanah... kita harus berkata bahwa amanah takKn jatuh ke orang yang salah ! Pasti punya suatu konspirasi dan  besar kenapa dijatuhkan amanah, yang kadang kita tak sadari.

Amanah takkan jatuh kepada  orang yang salah, yaya... Ibaratnya seperti seorang guru yang memberikan amanah berupa tugas, pasti tidak salah memberi tugas. Karena saya yakin tugas yang disuruh dikerjakan adalah tugas yang kita mampu mengerjakannya dan memang sudah dipelajari, setidanya kalau pun sulit pasti ada remang-remang sedikit. Kalau tak mampu banget, kemungkinan salah jurusan di sekolahnya mungkin yah. Hehe.. harus belajar tuh potensi otak kanan dan kiri 😂😃..

Yah memang kadangkali kita jenuh dengan tumpukan amanah.. lelahhhh pake banget.. Huhu T.T

Solusinya?  Sekali-kali ikut teman  untuk sekedar refresing tahap kewajaran. Tapi jangan sampai ada di zona nyaman bangett. Jangan mengungkung diri juga terhadap amanah yang ada hingga kita lupa bahwa tubuh  kita harus makan dan minum, karena kita manusia bukan robot, kita pasti butuh suasana calm. Jadi enjoy tapi stay action action terhadap amanah yah !! -Nurfitriyani

Bukan penulis yang telah melakukan amanah dengan baik, bukan.... ini pelajaran untuk kita semuaa.. bahwa amanah memang lelah, jika begitu kuatkan lagi dengan Lillah

Ma Qadarullah Khair

Bismillah..
Yang terbaik adalah yang dipilihkan Allah..
Halnya seperti hujan, yang dipilihkan Allah untuk turun memberi sejuta manfaat. Meski kadang jika terlalu deras cukup menakutkan. Tapi walaupun menakutkan, jika turunnya dipilihkan Allah akan selalu menuai hikmah dan pelajaran. Seperti nantinya bisa  saja datang pelangi yang indah atau mungkin tanah yang tandus bisa merasa segar.
Seperti halnya takdir seseorang yang kadang tidak sesuai dengan harapan. Jika takdir yang tidak diharapkan itu pilihan Allah, maka kenapa harus takut. Yakin, jika dipilihkan Allah pasti menuai hikmah yang terbaik.
Maa qadarullah khair

Naik puncak bareng yuk?

Bismillah.
Untuk naik sampai puncak gunung itu susah. Sampai ngos-ngosan untuk menggapainya. Jalan terjal penuh bebatuan. Kalau nggak hati-hati, ambruk sudah. Kaki pegal linu, keringat bercucuran berpacu bersama teriknya mentari. Tapi, kelalahan itu berapi-api dan muncul kembali saat seorang teman memberi semangat "Ayoooo, sedikit lagi tuhh. Masa sampai sini ajah.. Hamasah hamasah !! Kamu kuat". Hmm, emang enak kalau ke suatu tempat yang jauh ada yang nemenin apalagi ini tempatnya gunung dengan segala kerumitannya, senang kalau udah sampai puncak mah serasa terbayar sudah.
Sama halnya dengan kehidupan setelah di dunia, yakni akhirat dimana puncak kenikmatan tertingginya adalah Ridho Allah dan jannah-Nya. Untuk menggapinya tentu nggak mudah, banyak aral melintang, kerikil tajam menghadang. Tapi kalau sabar mendaki dan semua sudah terlewati, terbayar sudah serta masyaa Allah sangat indah. Sama halnya dengan mendaki di dunia, mendaki menuju akhirat pun kalau nggak ada temen rasanya susah dan sunyi sekali. Nggak ada yang  nyemangatin k dan ngingetin kalau kita futur dan kalau-kalau puncak itu udah deket. Kesimpulannya, kehidupan menggapai akhirat ibarat mendaki sebuah puncak gunung yang terjal dan berliku serta kalau mau cepet nyampe perbanyaklah teman yang shalih agar kamu senantiasa bersemangat menggapai puncak itu, puncak di atas puncak yakni Ridho Allah. Kalau sabar menggapainya sekuat aral melintang pun pasti berlalu..

Ilmu dari seminar

Ada yg hal harus diingat saat qt menikah, bahwa pasangan qt TIDAKLAH SEMPURNA...

Sedari awal saya menikah, saya sudah memiliki prinsip, untuk tidak menggantungkan ekspektasi sebegitu tinggi dengan pasangan. Kalau kata Pak Cah, menikah itu mirip dengan belanja di supermarket. Kalau kita berharap supermarket itu lengkap menjual barang dari A-Z, tapi saat kita kesana ternyata banyak yang tidak ada, akhirnya berujung kecewa. Namun, saat kita legowo dengan barang apa saja yang ada di supermarketnya, sifat syukur yang terbentuk disana.

Sama dgn pasangan qt, saat kita memiliki ekspektasi tinggi si pasangan itu bisa A,B,C sampai dengan Z, tapi ternyata tidak, kecewa yang kita dapatkan. Namun saat kita mau menerima kelebihan dan kekurangannya apa adanya, hanya ada syukur saat bertemu kelebihan dan sabar saat bertemu kekurangan. Intinya mah, saat cintamu pada-Nya berada pada tempat tertinggi dalam jiwa, kita akan mensyukuri kelebihan dan bersukur atas kekurangan pasangan yang sudah Allah jodohkan di dunia.

-Dewi Nur Aisyah

CROWN ! BE MUSLIMAH IN ACTION !

Kata siapa muslimah itu hanya sebatas jilbab lebar yang tempat nongkrongnya di masjid? Yang hanya bisa mengagumi karya orang lain dan berkata pada diri sendiri bahwa dirinya hanya sebatas itu?
Kalau definisimu seperti itu, maka cepat-cepatlah buang kacamata kuda yang selama ini kamu pakai! Karena muslimah sesungguhnya adalah dia yang berpikiran luas untuk bisa memberi manfaat pada sekitar. Bukan yang terjebak dalam batasan-batasan yang diciptakan sendiri hingga akhirnya sulit untuk melangkah.
Coba lihat para wanita keren yang melejitkan segudang prestasi belakangan ini. Banyak di antaranya adalah para muslimah yang dikagumi oleh banyak kalangan, diikuti setiap aktivitasnya, dan ditunggu karya barunya. Merekalah yang berani menggebrak batasan-batasan tersebut. Dan tentunya bakal makin keren, jika nilai-nilai islam membalut aktivitas mereka.
Sejalan dengan itu, CROWN 2017 yang mengusung tema WOMAN IN ACTION akan membantu para muslimah untuk berani mendobrak segala macam batasan agar lebih aktif, percaya diri dan bermanfaat untuk sekitar.
Berkreativitas tanpa batas, tapi tetap berlandaskan islami. Siapa yang ngga mau setiap karya yang diciptakan menjadi ladang pahala bagi dirinya dan juga bisa membuat perubahan positif bagi umat?
Segera di bulan September in Padjajaran University!
CROWN 2017
WOMAN IN ACTION "Break Every Limit.
Your Hijaab Is Your Crown.
And Your CROWN Will Never Limit You." #CROWN2017 #WomanInAction
#AcaraKemuslimahanTerbesar se-Unpad Raya !! Untuk umum (akhwat)

Inspirasi Muslimah in action

Semoga menginspirasi teman-teman...
Pelajaran bincang-bincang bareng teh Dewi Nur Aisyah hari ini luar biasaaa... begini pelajaran yang saya ambil : Karena muslimah bukan hanya sekedar jilbab lebar, yang terkungkung oleh keterbatasan... Di masa kini, butuh karya untuk menginspirasi agar dakwah masuk terasa. Ingat, prestasi adalah dakwah dan dakwah adalah cinta. Mari menyemai inspirasi dan mengabdi kepada Ilahi dengan cara yang penuh dedikasi. Mar’atus shalihah (wanita shalihah), zaujatu muthi’ah (istri yang taat) dan ummul madrasah (bunda peradaban). Jadi apa pun kita, kita harus kembali pada pilar ini- wow wow Pelajaran yang diambil dari seminar kali ini, oleh Dewi Nur Aisyah, Phd Mom dari Universitas College UK,. TERHARU.. ~ 😂😂😂😂😂,... Going the Extra Miles !! Belajar, belajar, belajar !!

Kamis, 20 Juli 2017

PMS, greget abiss

[INI TENTANG PMS]
Lelaki Juga harus tau.

PMS? mungkin sebagian wanita menjadikan PMS sebagai pelampiasan emosi. Kesenggol sedikit langsung emosi meledak-ledak kayak bom Hirosima dan Nagasaki. kesinggun sedikit  langsung bete dengan meninggalkan erupsi besar bak gunung Krakatau. Pusing  sedikit ngamuk-ngamuk nggak jelas meninggalkan kerusakan kayak abis kena gempa 8 skala richter (orang gile kali ngamuk nggak jelas) wkwk.Keganggu sedikit langsung meraum bak singa ngeliat mangsa yang siap menerkam. Ditatap sedikit, malah balik natap bak tokoh mistis di film horor. Lah, didiemin malah kayak ikan Piranha. Wahwah seram sekali. Wkwk

saat ditanya "ente kenapa sih?" "Ane lagi PMS ! Makanya jangan ganggu (titik)" .... Girls ! Jangan jadiin alasan buat masalah karena 'PMS'. Because sebenernya yang jadi masalah bukan PMS tapi kamunya ajah yang tidak bisa menahan kontrol emosi yang disebabkan oleh syaiton. Yap, benar ! 'SYAITON' . Syaiton itu paling seneng ganggu orang lagi PMS, seneng sekali karena katanya kalau lagi 'PMS' wanita cenderung 'LALAI'. kenapa bisa gitu ? Yaealah. Biasanya wanita kalau sedang mens cenderung menjadikan ajang pemberhentikan ibadah total. Makanya lebih cenderung nggak kekontrol emosinya, karena jauhhhh dari nilai-nilai positif ruhaniyah. Disarankan sih bila kita liat wanita PMS kalau lagi marah-marah disuruh istighfar, dzikir atau disuruh duduk kalau dia lagi emosi. Jangan dijauhin apalagi ditinggal sendiri lagi melamun, itu bahaya guys ! Karena syaiton suka orang sendiri yang sedang berhenti ibadah.
Eiya, satu pesan juga.. Sebenernya kalau lagi 'Mens' tuh bukan ajangnya berhenti ibadah. Justru kamu harus banyak ibadaah untuk menghempas syaiton-syaiton nackal yang nempel di badan kamu.. Banyak kok yang bisa dilakuin seperti banyak bersedekah, istighfar, dengerin murrotal,  menulis, baca buku islami dll. So,  jangan jadiin datang bulan kamu sebagai bulan-bulan horror yah ! Hihi

Rabu, 19 Juli 2017

Rumput Tetangga selalu lebih Hijau

Ah, betapa sulitnya 'Bersyukur'. Yakan? Semua orang dipastikan tahu yang namanya bersyukur itu 'indah'. But, tak semua orang mampu paham,  menerima, dan legowo dengan segala 'kenyataan' yang telah ditentukan garis nadirnya.  Lagi-lagi kusebutkan tentang 'naluri' manusia yang selalu merasa 'kurang'. Sudah diberi ini, mau itu. Ini kurang, itu kurang. Di qiyaskan begini, Orang selalu penasaran dengan kenapa para koruptor yang kaya raya tapi tetap saja 'makan uang' ?  Yap ! Seperti yang dikatakan tadi, manusia mah emang punya naluri 'kurang'. Apalagi kalau udah liat tetangga rumputnya lebih hijau. manusia yang 'panasan' pasti uring-uringan nggak jelas. "Kok aku gini yah ? Dia nah gitu bagus nasibnya."___"kok hidup aku gini-gini banget, nggak kayak dia"_____"kok keluarga aku gini, kok sekolah aku gitu? Kok kuliahan aku seperti ini?" Dan segala macam pertanyaan tak bersyukur lainnya ! Coba deh kalau kamu merasak kayak gitu, lihat ke bawah. Jangan liat ke atas, soaalnya bisi jatoh. Disana banyak lho yang mau jadi kamu seperti ini. Coba bandingkan kalau punya barang liat barang orang lain yang tak seberuntung kamu.~~~ Sulit memang kayak gitu juga sih karena disisi lain manusia juga punya naluri 'progress' melihat ke depan atau ke atas. Endingnya, aku hanya bisa saran 'bersyukur saja' toh sebenarnya bahagia bukan seberapa baanyak barang yang kita punya, setinggi jabatan apa yang kita miliki, seberapa bagus tempat yang kita pijak. Tapi... Bahagia itu dari seberapa banyak bersyukur kita hari ini dan nanti.

Di dunia ini l, pada fikiran kita memang terdapat kalimat "Rumput tetangga memang selalu lebih hijau". But, jika kita mau bersyukur rumput kita akan hijau juga karena disirami rasa "bersyukur" itu sendiri.

Kita Belajar Progress

~Kita belajar Progress
-
-
Tahun 1970, kondisi sosial ekonomi Korea Selatan dan Ghana di Afrika sama yakni memprihatinkan dan dipenuhi kemiskinan. Tetapi, pada tahun 2000, Korea Selatan dapat melampaui Ghana, sahabat tertinggalnya itu.  Kondisi sosial-ekonomi-budaya  Korea Selatan tiba-tiba melejit 10x ketimbang Ghana. Mengapa? Menurut Huntington dan  dan Lawrenge Harisson, hal ini terjadi karena adanya perbedaan nilai budaya. Berbeda dengan Ghana yang menerapkan budaya negatif, artinya selalu melihat ke belakang untuk mencari kekurangan dan kesalahan,  Korea Selatan memilih menerapkan budaya progresif, budaya yang melihat ke depan untuk melihat sisi positif dan kelebihan-kelebihan yang dapat dikembangkan.

-Intinya, saya ingin semua mengambil pelajaran. Jangan melihat ke belakang atas kegagalan yang kita tempuh dan keterpurukan yang kita alami. Tapi, lihatlah ke depan sebagai wujud bahwa kita hidup mensyukuri kelebihan-kelebihan serta potensi yang lain, yang telah Allah anugerahkan kepada kita. Jangan terlalu berkabung atas kegagalan hingga membuat kita menjadi seseorang yang tak maju-maju. Teruslah belajar, merenda syukur. Karena banyak sekali lho potensi diri jika kita tekun menggali 😊

Rabu, 12 Juli 2017

Quality Muslimah

Be Quality Muslimah !

Katanya pengen jadi madrasatul 'ula tapi kerjaannya melow lamunin oppa korea yang segera akan nikah, jingrak-jingkrat pas acara nyanyi-nyanyi, dirundung duka berkepenjangan karena lihat IG ikhwan yang digandrungi  nikah. Huaahh baperr  bin galau *katanya.. sampai bilang  nggak papa dijadiin istri kedua.. sampai nggak tidur cenah 7 hari 7 malam *gubrak. Lihat ikhwan berkualitas sedikit baperrr ajah daannn langsung bikin status "wahai calon imamku dimanaa engkaauuu???" Aaaa * syalalalala lebay. (Bukannya makin mengualitaskan diri malah kayak menurunkan image sendiri)
-
Impiannya, diujung langit tinggi sekali. Katanya ingin melahirkan  anak-anak yang cerdas, mendapatkan ikhwan yang berkualitas dan bersamanya menggapai jannah. Tapi nyatanya? Kerjaannya cuman baper saja lihat medsos nggak ada action.  Ada pelajaran sulit di sekolah atau kampus langsung bilang "ah ulangan dan pelajarannya sulit sekali, mending nikah saja", (nikah dijadikan pelampiasan ujian hidup) *yahhh akhwat yang gampang menyerah,  bisanya ngebet nikah saja . Diajak ke tempat ilmu, ogah-ogahan.. Katanya sudah cukup saya mah lewat googling saja. Nah lho?  Apakah itu cerminan muslimah berkualitas, muslimah yang pantas dijadikan madrasatul 'ula? -
Hey akhwat, dengan caramu begini kau takkan mendapat apa pun, selain kau mendapat sanjungan dari ikhwan modus  bin usil. kau malah menurunkan kualitasmu sebagai muslimah.
Jadikan masa penantianmu sebagai masa produktif dirimu. Ini masamu untuk banyak belajar mereguk ilmu, masanya untuk berprestasi. Janganlah kau turunkan derajat ke-muslimahanmu dengan baper berlebihan. Yuk, jadi muslimah produktif, yang berkualitas nan berprestasi. Berprestasi tak harus dapat mendali. Cukup kau sukses sejak dini, lebih baik dari hari kemarin. Itu sudah menjadi sebuah prestasi.
Tapi mendapat mendali lebih berarti. Hehe
-
- ini status sebenernya tamparan sendiri sih buat saya sebagai penulis.. yukkl mari kualitaskan diri karena sahabat wanita dan para istri di zaman nabi juga pikirannya cerdas, otaknya penuh terisi  serta penuh dengan prestasi  dan dedikasi😂☺☺☺😊😊
NURFITRIYANI

Rabu, 05 Juli 2017

Aku gagal, aku bangkit

Kegagalan, suatu kata yang rasanya seperti mematahkan angan, membangun duka berkepanjangan serta seperti melemparmu pada titik terendah, sebenarnya ia mengajarkanmu banyak hal yang tak diajarkan oleh keberhasilan. Salah satunya mengajarkanmu untuk kuat, menempa diri untuk bangkit dan kembali melanjutkan perjalanan, yang bisa jadi perjalanan itu akan membawamu sampai pada tempat yang lebih baik. Gagal mengajarkan kita  rendah hati, bahwasanya memang benar di atas langit memang ada langit. Thomas Edison mengatakan "Kegagalann adalah satu langkah untuk berhasil" bagaimana tidak ? Dengan kegagalan perlahan kita menghargai namanya proses panjang bahwasanya hidup ini memang butuh banyak perjuangan. Dengan kegagalanlah tabir keberhasilan lambat laun terbuka.  Serta hanya dengan kegagalan orang berpikir memperbaiki diri "Oh begini yah caranya, oh begitu yah caranya.. Oh seharusnya aku dulu tak begini".
-
-
Gagal adalah guru yang sedang menempa karakter kita. Justru ujian sebenarnya adalah saat kita berhasil. Pepatah mengatakan "kita tidak diuji saat gagal. Kita justru diuji saat berhasil" apakah dengan berhasil kita menebar hikmah atau malah tinggi menengadah?
Tak dipungkiri, gagal membawa banyak kebaikan. Hanya saja memang manusia apabila dirundung kesedihan memang selalu melupakan hikmah kegagalan. -
Memang sakit gagal itu, tapi bersyukurlah.. Sebagai seorang muslim kita harus merasa bahwa kegagalan itu adalah cara Allah mendidik kita. Apakah kita memang berpaling atau makin mendekat?
-
-
Dari orang yang suka gagal dan belajar dari kegagalan ^^ Aku gagal, dan aku bangkit.

Minggu, 25 Juni 2017

Hendak kemana?

Langit bermuram durja saat Ramadhan perlahan pergi... Mentari seakan bungkam atas sinar keemesannya di senja hari.. Besok kemenangan, tapi suasana kian layu ditinggal cahaya keberkahan.. Keesokan hari dan esoknya lagi semua amal belum tentu dilipat gandakan. Ramadhan Kariimm, hendak kemana? Semesta kemarin bersorak riang, kini diterpa kegelisahan atas kepergiaan dirimu. Rumput yang bergoyang kini diterpa kekakuan melepas melodi sendu ditinggal dirimu. Dedaunan  jatuh membisu, pohon tertunduk pilu. Burung mengibaskan sayapnya perlahan memendam perih ditinggal dirimu. Serta Angin berdesir lirih penuh kesedihan. Malam nanti berkumandang nada perpisahan.. Oh tak terbayangkan manakala tahun berikutnya diri yang kotor ini tak bertemu denganmu, tak bertemu dengan alasan lapuk ditimbun tanah, kembali keperaduan ilahi mempertanggung jawabkan amalan duniawi..
Tapi, segenap harapanku.. Yah bertemu dirimu lagi, bertemu dengan kesucian dan bersungkur atas lezatnya amalan yang Ilahi Rabbi berikan atas hadirnya dirimu..
Ramadhan, hendak kemana? Aku disini masih merindu. Begitu cepat waktu berlalu, tak sampai hati engkau pergi. Tapi apa daya kau pasti pergi jua..

Sabtu, 24 Juni 2017

Semakin dewasa

Semakin dewasa.. semakin banyak yang kau tuntut, semakin banyak propaganda yang kau buat. Urat nadimu bergetar panas melihat dunia berbalik arah. Di otakmu bergelayut nyinyir dentuman melodi kritis untuk semesta..
Realistis, yah semakin dewasa pikiranmu berkecamuk bukan khayalan lagi. Bukan seperti seorang anak yang polos nan lugu yang ingin hujan permen atau memiliki sayap seperti peri. Bukan ! Pikiranmu semakin terpengaruh.. Ada yang semakin kritis menuju atheis dan ada yang kritis mencari jati diri melalui jalan Tuhan yang penuh jalan optimis.
-
-
Semakin dewasa, hatimu berapi-rapi, menuntut pembenaran yang hakiki. Tulisanmu tak lagi bernada lurus, flat, dan cerita pribadi. Melalainkan tulisanmu kini cermat, menusuk ke hati dan dibuat sentilan bagi mereka yang kau rasa berbalik arah dari pembenaran yang sejati. -
Semakin dewasa, perlahan kau berjalan bersama gemuruh jiwa yang berapi-rapi. Dan kau berteriak "akulah, akulah si penginjak bumi. Aku bangkit dari masa khayalanku dan kini aku DEWASA.." -
-
Yah kau kini semakin dewasa,.. saatnya penentuan, bukan pencarian lagi.. Yang namanya pencarian  diri kini sudah usang, lapuk dan kadaluwarsa. Pilihannya tinggal 2. Menjadi pemikiran atheis atau menuju Ilahi Rabbi?

Rabu, 06 Mei 2015

Puisi Islam

#Sebuah Negeri
Bismillah..
Nan jauh disana di sebuah negeri..
Terdapat cerita yang menyayat hati..
Mereka berduka di atas pembataian..
Tapi mereka bertahan untuk sebuah kemuliaan..
          Nan jauh di sebuah negeri..
          Darah-darah bercucuran..
          Terdengar syahid-syahid bertaburan..
          Langit, tanah menjadi saksi perjihadan..
                   Nan jauh di sebuah negeri..
                   Do’a-do’a terlantunkan..
                    Sebuah agama mulia ditegakkan..
                   Disanalah, disanalah terdapat tangisan..
                   Tangisan rindunya seorang hamba kepada Tuhan-   Nya..

|||||-Save Palestine-||||||

Jilbab. sebuah cerpen

^Bismillahirrahmanirrahim^
Kumpulan Cerpen
By : Nurfitriyani Muslimah Dhoifah.
Episode : #JILBAB
Begini ceritanya..
Suatu hari teman sekelas memanggil saya... sebut saja namanya Safa, dia memanggil saya dari belakang.
 “Nur, Nur sini deh”
Saya yang saat itu sedang mengerjakan LKS Sosiologi langsung berbalik badan dan menghampirinya.
“ada apa Safa ?”
sambil membawa kerudung dari tas dia pun menjawab  
“Begini Nur, sekarang ini aku ulang tahun. Aku dikasih kado sama temen, eh ternyata kadonya jilbab. Niatnya mau berjilbab. Tapi...”
 Sebelum dia bicara lebih intens saya langsung nyelonor saking bahagia
“oh Alhamdilulillah atuh kalau gitu mah.. yee selamat yah.. semoga denga bertambahnya usia kamu bisa berhijrah ke arah yang lebih baik :D”..
 Ternyata eh ternyata dia langsung membalas dengan sigap.
 “Tapi Nur, aku belum siap, aku belum memantaskan diri.. aku takut orang-orang sebut aku sok alim. Aku memang dikerudung tapi buka lepas, buka lepas.. bukankah berproses lebih baik ? kamu juga gitu kan Nur ? kamu bilang kamu dulu juga pakai jilbab pendek kan ? berarti kamu berproses kan ? lagian aku belum siap Nur, lebih baik aku jilbabin hati dulu daripad nggak bisa mempertanggung jawabkan jilbabku. Lagian juga banyak kan yang pakai jilbab hatinya buruk ? mereka suka pacaran, boncengan sama laki-laki dan sebagainya. Aku takut Nur, sedangkan maaf aku belum bisa ninggalin kegiatan aku.”
Dengan nada terkaget-kaget dengan pernyataan panjang bin lebar ala temenku itu membuat dada terasa terpompa kencang (untung nggak jantungan). Tadinya aku mau jawab
“Terus aku harus bilang WOW gitu ?”
Hmm, pernyataan yang menghancurkan refortasi bangett...
Lanjut...
Aku cukup bingung dengan temanku. Harus memberi jawaban apa ? kalau to the point memberikan dalil dan hadist dia pasti nganggap lelucon dan dengan biasa menjawab
“mangga, mangga Bu Hajah !”
Aku juga takut salah tafsir nanti dosanya gede lagi. Haduh T.T
Aku bingung di tenagh pagi ketika Mentari belum ada di tengah langit biru berbalut awan stratus. Seharusnya ketika pagi otakku fresh dan top cer alias encer. Wah.. harus apa ini ? gimana yah ? Soalnya iya juga aku dulu berproses panjang. Tapi ini beda. Ini pertanyaan. Yasudahlah aku jawab saja seadanya. Dan sengan wajah aneh dan sedikit garuk-garuk kepala (ntah ada kutu atau apa yang aku rasakan hanya ingin garuk-garuk)*tanda bingung. Karena bingung aku menjawab
“yayaya.. tapi prosesnya jangan terlalu lama juga... harus terealisasi secepat juga.. karena itu hakikatnya kebaikan. Bukankah niat baik sudah dicatat terlebih dahulu oleh malaikat ? Lebih baik secepatnya yah.”
Dia pun menimpal lagi.
“Iya Nur ini juga sedang berproses. Do’akan yah semoga aku cepat dapet hidayah..”
Hah ? Lagian dia kok bilang “belum dapet hidayah” sebuah kata yang fatal. Maksudnya Hidayah apa ? Hidayahkan banyak ? Ada Hidayah Taqwim, Hidayah Hawas, Hidayah Ilham, Hidayah Aqli, Hidayah Diin dan Hidayah Taufik alias keinginan/usaha untuk melakukan kebaikan. Hmm, bukannya Hidatah itu harus dijemput yah ? bukannya Allah berfirman :
“Sesungguhnya Aku tidak akan merubah suatu kaum itu tidak merubah dirinya sendiri.” QS. Ar-Rad ayat 11. Berarti salah jia belum dapet Hidayah. Karena hidayah itu harus dicari bukan ditunggu.. haduh bingung sesi kedua ini mah. Masalah Hidayah ngomongnya gimana ????????? Apkah aku harus jawab dengan seadanya again. Tidak mungkin ! aku harus katakan ! yah katakan walau satu ayat ! Aku pun langsung memberikan dia dalil ya surat Ar-Rad tadi. Eh tiba-tiba di belakang laki-laki langsung menanggapi obrolan kami berdua.
“Eh  mamah Dedeh yang lagi ngedalil... Curhat dong mahhh....”
Haduh malu.. Safa pun akhirnya larut tertawa terbahak-bahak bersama mereka dan berkata “Haduh Bu Hajah aya-aya wae”
Hah ? Makin bungung ajah aku, wong dia yang nanya... daripada mereka ngaler-ngidul nggak jelas dan lebih parah, aku pun segera beranjak ke meja dan melanjutkan tugas yang tertunda dengan hati yang sedikit kesal dan geram juga. Udah tugas nggak beres + orang nany tapi dijawab tapi nggak serius. Ah, sudahlah pikirku, mereka masih awam. Toh tidak ada ruginya menyampaikan suatu ilmu kan ? lumayan ladang amal.

Suatu malam aku kepikiran lagi cerita tentang percakapanku dengan Safa..
Jreng-jreng..
Tuing-tuing (di atas kepala ada lampu).
Di malam yang masih ramah, di kamar tercinta, kulihat hari ini tak ada kilauan si kecil bintang lucu yang bisa ditembaki karena tadi sore hujan. Awan commulu nimbus mungkin menghalanginya. Haha mengenai nembak bintang, jadi inget zaman dulu alias flashback ketika zaman masih unyu-unyu menyanyikan lagu “Bintang di langit, ditembak ngajuralit.” Ahahaha ma’lum pikirannya masih jernih  untuk dikaitkan dengan teori yang dipelajari di sekolah. Yaya kembali ke topik permasalahan, aku sudah menemukan jawabannya.
“Percuma berjilbab jika perilakunya negatif” begitulah apologi yang seakan logis namun menyesatkan. Jawabnnya adalah jreng-jreng..

“Padahal berprilaku baik dimulai dari memakai jilbab. Sudah jelas bukan, bahwa Allah telah memerintahkan untuk menutup aurat agar wanita lebih terjaga dan yang boleh nampak hanyalah wajah dan telapak tangan, selebihnya harus ditutup, kecuali kepada orang-orag yang dibolehkan melihatnya. Menggunakan jilbab adalah wajib, sama halnya denagn shalat dan puasa yang telah ada di dalam Al-Qur’an. Lah wong perintah berjilbab juga banyak dibahas di dalam Al-Qur’an jadi simple jawabannya ‘yang berjilbab dapet pahala yang nggak yah dapet dosa’ wallahu’lam.”

Jangan ada Khalwat di antara kita..

Jangan ada #Khalwat di antara kita


Apa itu #Khalwat ?
       Dears, #Khalwat adalah berduanya seorang laki-laki dan perempuan yang belum menjadi Mahram (belum nikah). Khalwat bisa menjadi ‘HARAM” jika tidak adanya orang ketiga (keluarga atau teman dari pihak laki-laki maupun perempuan) diantara keduanya. Nah, tidak adanya orang ketiga diantara  mereka berdua memancing Syaiton musuh manusia yang nyata masuk diantara mereka, jadilah, maka jadilah syaiton orang ketiga diantara mereka . Rasulullah Shalallahu ‘alayhi wasallam bersabda “dan janganlah kamu berduaan dengan wanita yang bukan mahram, karena syaitanlah pihak ketiga diantara kamu, kecuali kamu bersama mahram” (HR. Ahmad).
           



















#KHALWAT ‘HARAM’  istilah dari “PACARAN”
Wow, hati-hatilah dears ! zaman sekarang syaiton semakin canggih mengelabuhi manusia. Yang populer sekarang tuh syaiton lagi seneng-senengnya mengelabuhi pemuda-pemudi yang sedang labil bingit. Caranya adalah dengan mendorong mereka kelembah kesesatan yang nyata seperti #Khalwat itu. Dears kalian pasti udah tahu khan kalau zaman sekarang tuh biasanya yang lagi trend #Khalwat itu disebut #Pacaran. Yoi, pacaran malah lebih parah dari #Khalwat dears ! pacaran biasanya terjadi akibat interaksi yang sering antara seorang laki-laki dan seorang perempuan yang lagi butuh “KESENANGAN”.
Awalnya seeh cuman ketemu, terus kenalan,terus temenan, terus tukeran nomer Hape, terus smsan, terus teleponan, terus gombal-gombalan “Neng, entah kenapa abang tuh nggak bisa tidur karena mikirin Neng. Entah kenapa abang tuh tadi pas liat Eneng jantung abang semakin lama, semakin berdetak kencang dan bla bla” *mungkin si Abang punya penyakit jantung kali yee -_- ,  terus tembak-tembakan (wow mati dong -_-) BERLANJUT ke inti yaitu #Pacaran. Setelah #Pacaran tuh biasanya nggak lengkap kalau nggak “APEL MALAM MINGGU”.
Yapp ! Apel adalah istilah untuk kencan bersama si ‘DOI’. Warning !  disesi inilah biasanya syaiton mulai beraksi secara besar-besaran. Awalnya malu-malu, terus rayu-rayuan contohnya nih kaya si Doi cowok “Neng, neng jahat benget sih !“. Do’i cewek pun jawab “lho, emangnya Eneng jahat kenapa Bang ?” (heran) . Doi laki “iya Eneng itu jahat, karena telah memanah hati abang“. Doi cewek “ih abang bisa ajah”*cekikikan .. terus pegang tangan, terus usap-usapan, terus peluk-pelukan, terus yang parah kecup-kecupan, berlanjutlah nafsu pun menguasai meraka. Dan akhirnya sesuatu yang sangat merugikan pun dilakukan yah tidak sedikit dari mereka melepaskan “KEHORMATAN” dengan alasan “CINTA dan SAYANG”. Wuiihh Nauzubillah dehh ini mah “CINTA PALSU BERBALUT NAFSU”..

وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلا (٣٢)
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” [al-Isrâ’/17: 32]


Minggu, 12 Januari 2014

Waspada bahaya Zina Mata



Akhir-akhir ini, sekalipun UU Pornografi sudah disahkan, kelihatannya anasir-anasir pornografi masih merajalela di mana-mana. Bahkan dengan sangat mudah, pengguna internet mengakses gambar-gambar dan film-film porno. Ini menunjukkan efektivitas UU Pornografi ini dipertanyakan. Selain itu, memang ada juga pihak-pihak yang masih menganggap melihat gambar dan film porno ini sebagai sesuatu yang tidak dilarang. Pendapat ini jelas pendapat yang syâdz (menyimpang dari pendapat umum para ulama). Berikut akan kita lihat masalah ini dari sisi fikih dari beberapa sudut.

Batasan Pornografi dalam Fikih Islam

Orang yang pro-pornografi seringkali mempertanyakan apa sebetulnya batasan porno atau tidak porno. Inilah yang seringkali mengaburkan masalah pornografi. Pasalnya dalam berbagai literatur, bahkan di dalam UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, definisi “porno” ini tidak jelas. Karena ketidakjelassan itulah sulit ditetapkan kepastian hukumnya, baik di dalam islam maupun dalam hukum positif kita. Kita perhatikan, misalnya, definisi “porno” di dalam UU Pornografi berikut.

Pornografi adalah gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang memuat kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat.



Kata-kata “kecabulan” dan “eksploitasi seksual” jelas akan menjadi bermasalah karena sifatnya yang relatif dan sulit diukur objektivitasnya. Dalam penetapan hukum, ukuran yang tidak jelas ini pasti akan menimbulkan banyak penafsiran dan interpretasi. Lihat saja bagaimana orang-orang Bali menolak UU ini karena mereka menganggap sekalipun setiap hari mereka berpakaian agak minim, tapi dalam ukuran norma mereka itu bukan tindakan cabul. Demikian pula dengan para pelukis yang selalu mengklaim bahwa estetika merupakan dasar atas apa yang mereka buat, walaupun yang dilukisnya wanita telanjang. Para pembuat film pun berdalih dengan alasan yang sama. Atas nama seni dan estetika mereka menghalalkan saja adegan-adegan porno seperti berciuman dan memperlihatkan--maaf--paha dan dada wanita.

Dalam konteks hukum Islam mengenai masalah pornografi ini, yang dijadikan patokan dan definisi tentu bukan seperti yang didefinisikan dalam UU Pornografi di atas. Sebab, kalau definisinya seperti di atas, pasti tidak akan didapatkan ketentuan yang pasti untuk menyikapi masalah ini.

Berkait dengan masalah pornografi ini, Islam tidak menyoroti soal apakah itu dianggap cabul atau tidak. Yang disoroti dan ditetapkan dalam ketentuan hukum Islam adalah sumber dari masalah kecabulan itu sendiri, yaitu anggota tubuh, baik laki-laki maupun perempuan. Fikih Islam menyebutnya sebagai “aurat”. Inilah yang dipermasalahkan dalam Islam, bukan pokok kecabulannya atau tidak.

Oleh sebab itu, dalam menetapkan hukum mengenai melihat gambar dan film porno ini, batasan yang akan digunakan adalah batasan yang ditetapkan dalam fikih Islam mengenai aurat laki-laki dan perempuan. Mengenai batas-batas aurat, laki-laki dan perempuan, itu sendiri memang terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama. Namun, secara umum pendapat yang dipegang oleh mayoritas (jumhûr) ulama menyatakan bahwa batas aurat laki-laki adalah antara pusar dan lutut; sedangkan aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan.

Dari sinilah hukum Islam mengenai pornografi ini akan bermula. Persoalan yang akan dijadikan pijakan bukan soal kecabulan atau tidaknya dalam pandangan masyarakat, melainkan apakah ketentuan mengenai menutup aurat ini sudah dipenuhi atau belum. Ini merupakan kriteria dasar untuk mengembangkan ketentuan-ketentuan lebih lanjut mengenai pornografi seperti yang dijelaskan dalam UU di atas. Dengan menggunakan batasan dasar perihal pornigrafi dari permasalahan aurat ini, akan dengan mudah ditentukan hukum yang lebih besarnya seperti pornografi.



Argumetasi Larangan Pornografi

Dalam konteks hukum Islam larangan pornografi tidak hanya satu alasan. Banyak dalil yang dapat menunjukkan pornigrafi ini sangat ditentang dan diharamkan di dalam Islam. Berikut beberapa dalil dan argumentasi yang ditemukan.



1. Larangan Memperlihatkan dan Melihat Aurat

Di dalam Islam masalah aurat ini sangat penting. Bagi wanita, selain sebagai ketentuan agama dan ibadah, masalah aurat juga merupakan identitas. Islam melarang, laki-laki maupun wanita, memperlihatkan auratnya. Aurat sendiri merupakan sesuatu yang dianggap aib di dalam Islam jika diperlihatkan. Batas yang boleh diperlihatkannya hanyalah muka dan tepak tangan bagi wanita dan di atas pusar atau di bawah lutut bagi laki-laki.

Ketentuan ini didasarkan pada hadis-hadis berikut:

عَن عائشة أنَّ أسماء بنت أبي بكر أنها دَخَلَتْ على رسول الله صلى الله عليه وسلم وَعَلَيْهَا ثِيَابٌ شَامِيَةٌ رِقَاقٌ فَأَعْرَضَ عَنْهَا ، ثُمَّ قال : مَا هذَا يَا أَسمَاءَ ؟! إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتْ الْمَحِيْضَ لَمْ يَصْلُحْ أن يُرَى مِنْهَا إلاَّ هذا وهذا ، وَأَشَارَ إِلَى وَجْهِهِ وَكَفَّيْهِ



Aisha meriwayatkan bahwa Asma binti Abu Bakar (saudaranya) pernah masuk ke rumah Rasulullah s.a.w. dengan berpakaian tipis sehingga nampak kulitnya. Rasulullah s.a.w. berpaling dan mengatakan, Hai Asma, sesungguhnya seorang perempuan bila sudah datang waktu haid, tidak patut diperlihatkan tubuhnya itu, melainkan ini dan ini, sambil ia menunjuk muka dan kedua telapak tangannya. (HR Abu Dawud).

Hadis ini, menurut beberapa peneliti hadis dinyatakan sebagai hadis yang lemah. Namun, Al-Albani dalam Al-Irwâ’ menyatakan bahwa derajat hadis ini hasan dan dapat digunakan berdasarkan adanya penguat dari hadis lain melalui jalur Asma binti ‘Umais. Berdasarkan kriteria ini, jangankan mengumbar tubuh telanjang yang secara umum akan disebut pornografi, bahkan hanya memperlihatkan dan melihat aurat orang lain dilarang dan hukumnya haram.

Kalau ada yang menyanggah bahwa itu hanya berlaku untuk melihat langsung, bukan gambar, pendapat ini tertolak dengan larangan menjaga pandangan secara umum di dalam ayat berikut.

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An-Nur: 30 - 31).

Larangan ini tidak dikhususkan “menjaga pandangan dari apa”. Ayat ini berlaku secara umum untuk menjaga pandangan dari apa saja yang akan membuat laki-laki maupun perempuan terjerumus berbuat dosa. Oleh karena ayat ini berlaku umum, maka sama saja apakah yang dilihat atau diperlihatkan itu berupa objek aurat langsung ataupun gambarnya.



2. Keharaman Mendekati Zina

Selain karena kewajiban menutup aurat dan menjaga pandangan untuk tidak melihat aurat orang lain, kecuali antara istri dan suami, keharaman pornografi (membuat dan melihatnya) juga berdasarkan larangan Allah Swt. untuk mendekati zina. Allah Swt. berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Janganlah kalian dekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu tindakan yang keji dan merupakan jalan yang sangat buruk. (QS Al-Isrâ [17]: 42).

Dalam ayat ini yang dilarang dan diharamkan oleh Allah Swt. bukan hanya berzinanya, melainkan juga mendekatinya. Banyak cara orang untuk dekat pada perzinaan. Pintu apapun yang dapat membuat orang berdekatan dengan zina diharamkan secara tegas berdasarkan ayat ini seperti berpacaran dan berdua-duaan (khalwat) dengan lawan jenis.

Berdasarkan ketentuan ini pula segala bentuk pornografi, membuat atau melihatnya, adalah haram. Pornografi akan membuka jalan menuju perzinaan. Orang yang melihat gambar-gambar atau film-film berbau pornografi pada umumnya akan terpengaruh pikirannya untuk melakukan perzinaan. Oleh sebab itu, gambar dan film porno ini merupakan salah satu jalan bagi perzinaan yang haram untuk didekati.



3. Haram Membuat dan Melakukan yang Menjadi Jalan pada Perbuatan Haram

Dalam kaidah fikih disebutkan pula satu kaidah:

اَلْوَسِيْلَةُ إِلَى اْلحَرَامِ حَرَامٌ

“Sarana yang menghantarkan kepada perbuatan haram adalah haram.”

Kaidah semakin memperkuat ketentuan hukum mengenai diharamkannya pornografi di dalam Islam. Berdasarkan kaidah ini, yang diharamkan bukan hanya melihatnya, tetapi juga membuatnya. Bahkan orang-orang yang membuat gambar da film-film porno ini melakukan dua hal sekaligus: membuat dan melihat. Kedua-duanya akan membuka jalan terjadinya perbuatan yang diharamkan, yaitu mendekatkan pada perzinaan. Oleh sebab itu, membuat maupun melihat gambar dan film porno (apalagi aslinya, bukan gambar) adalah haram.



Kesimpulan

Selain kedua argumen di atas, sesungguhnya masih banyak alasan dan dalil lain yang memperkuat keharaman segala bentuk pornografi, baik melakukan maupun hanya sekadar melihatnya. Namun, argumentasi-argumentasi yang diambil langsung dari Al-Quran dan hadis di atas sudah lebih dari cukup untuk menyatakan keharaman pornografi, baik membuat maupun melihatnya, dalam bentuk apapun. Wallâhu A’lam. (redaksi web persis)