Sabtu, 24 Juni 2017

Semakin dewasa

Semakin dewasa.. semakin banyak yang kau tuntut, semakin banyak propaganda yang kau buat. Urat nadimu bergetar panas melihat dunia berbalik arah. Di otakmu bergelayut nyinyir dentuman melodi kritis untuk semesta..
Realistis, yah semakin dewasa pikiranmu berkecamuk bukan khayalan lagi. Bukan seperti seorang anak yang polos nan lugu yang ingin hujan permen atau memiliki sayap seperti peri. Bukan ! Pikiranmu semakin terpengaruh.. Ada yang semakin kritis menuju atheis dan ada yang kritis mencari jati diri melalui jalan Tuhan yang penuh jalan optimis.
-
-
Semakin dewasa, hatimu berapi-rapi, menuntut pembenaran yang hakiki. Tulisanmu tak lagi bernada lurus, flat, dan cerita pribadi. Melalainkan tulisanmu kini cermat, menusuk ke hati dan dibuat sentilan bagi mereka yang kau rasa berbalik arah dari pembenaran yang sejati. -
Semakin dewasa, perlahan kau berjalan bersama gemuruh jiwa yang berapi-rapi. Dan kau berteriak "akulah, akulah si penginjak bumi. Aku bangkit dari masa khayalanku dan kini aku DEWASA.." -
-
Yah kau kini semakin dewasa,.. saatnya penentuan, bukan pencarian lagi.. Yang namanya pencarian  diri kini sudah usang, lapuk dan kadaluwarsa. Pilihannya tinggal 2. Menjadi pemikiran atheis atau menuju Ilahi Rabbi?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar