Sejatinya sejak pertama diciptakan manusia, manusia memang ditakdirkan untuk selalu mengemban amanah. Dia yang seorang muslim pada dasarnya telah terpatri untuk diberi amanah. Amanah terhadap Tuhannya, amanah terhadap alam, amanah terhadap dirinya, amanah terhadap saudaranya, amanah terhadap temannya, amanah terhadap seluruh makhluk-Nya.
Amanah adalah tugas, setiap tugas adalah amanah. Dan setiap amanah harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Kenapa amanah harus dilakukan sebaik-baiknya? Karena kalau tidak bukan saja teman di lingkungan yang menjauh, tapi apabila amanah tidak dikerjakan semua makhluk-Nya akan berpaling muka dari kita.
Amanah, memang seringkali melelahkan. Dan memang begitu.. amanah sejatinya adalah titipan, maka setiap kita tidak berusaha untuk melakukan yang terbaik maka akan berkurang kepercayaannya terhadap kita sebagai yang dititipinya.
Memang, manusia tak ada yang sempurna dalam menjalankan suatu amanah. Karena dimana kita ketahui setiap manusia dikarunia kekurangan dan kelebihan daaannnnn manusia memiliki nafsu untuk lelah dan malas. Okey tak apa itu wajar lho! Karena otak manusia kadang memiliki kejenuhan.
Eh, eh tunggu dulu. Tapi kok bisa-bisanya ada orang memiliki waktu 24 jam tapi bisa melaksanakan amanah dengan baik? Yah bisa, bukan karena mereka malaikat. Tapi... karena mereka sering berlatih, menghargai proses hingga amanah yang diemban menjadi suatu "habbit". Mereka mengatur waktu, melawan gejolak menunda-nunda dan memberikan kontribusi yang total terhadap suatu pencapaian yang akhirnya berbuah pada frofesional amanah.
Frofesional amanah itu... takut amanah tak dikerjakan, setidaknya kalau amanahnya sulit bin rieut mereka bertanya atau dikerjakan sebisa mungkin lalu di diskusikan, serta seorang frofesional amanah tidak menunda-nunda waktu untuk berbuat !
Yang terpenting, jika hati kita bergejak untuk menolak melaksanakan amanah... kita harus berkata bahwa amanah takKn jatuh ke orang yang salah ! Pasti punya suatu konspirasi dan besar kenapa dijatuhkan amanah, yang kadang kita tak sadari.
Amanah takkan jatuh kepada orang yang salah, yaya... Ibaratnya seperti seorang guru yang memberikan amanah berupa tugas, pasti tidak salah memberi tugas. Karena saya yakin tugas yang disuruh dikerjakan adalah tugas yang kita mampu mengerjakannya dan memang sudah dipelajari, setidanya kalau pun sulit pasti ada remang-remang sedikit. Kalau tak mampu banget, kemungkinan salah jurusan di sekolahnya mungkin yah. Hehe.. harus belajar tuh potensi otak kanan dan kiri 😂😃..
Yah memang kadangkali kita jenuh dengan tumpukan amanah.. lelahhhh pake banget.. Huhu T.T
Solusinya? Sekali-kali ikut teman untuk sekedar refresing tahap kewajaran. Tapi jangan sampai ada di zona nyaman bangett. Jangan mengungkung diri juga terhadap amanah yang ada hingga kita lupa bahwa tubuh kita harus makan dan minum, karena kita manusia bukan robot, kita pasti butuh suasana calm. Jadi enjoy tapi stay action action terhadap amanah yah !! -Nurfitriyani
Bukan penulis yang telah melakukan amanah dengan baik, bukan.... ini pelajaran untuk kita semuaa.. bahwa amanah memang lelah, jika begitu kuatkan lagi dengan Lillah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar