Rabu, 19 Juli 2017

Rumput Tetangga selalu lebih Hijau

Ah, betapa sulitnya 'Bersyukur'. Yakan? Semua orang dipastikan tahu yang namanya bersyukur itu 'indah'. But, tak semua orang mampu paham,  menerima, dan legowo dengan segala 'kenyataan' yang telah ditentukan garis nadirnya.  Lagi-lagi kusebutkan tentang 'naluri' manusia yang selalu merasa 'kurang'. Sudah diberi ini, mau itu. Ini kurang, itu kurang. Di qiyaskan begini, Orang selalu penasaran dengan kenapa para koruptor yang kaya raya tapi tetap saja 'makan uang' ?  Yap ! Seperti yang dikatakan tadi, manusia mah emang punya naluri 'kurang'. Apalagi kalau udah liat tetangga rumputnya lebih hijau. manusia yang 'panasan' pasti uring-uringan nggak jelas. "Kok aku gini yah ? Dia nah gitu bagus nasibnya."___"kok hidup aku gini-gini banget, nggak kayak dia"_____"kok keluarga aku gini, kok sekolah aku gitu? Kok kuliahan aku seperti ini?" Dan segala macam pertanyaan tak bersyukur lainnya ! Coba deh kalau kamu merasak kayak gitu, lihat ke bawah. Jangan liat ke atas, soaalnya bisi jatoh. Disana banyak lho yang mau jadi kamu seperti ini. Coba bandingkan kalau punya barang liat barang orang lain yang tak seberuntung kamu.~~~ Sulit memang kayak gitu juga sih karena disisi lain manusia juga punya naluri 'progress' melihat ke depan atau ke atas. Endingnya, aku hanya bisa saran 'bersyukur saja' toh sebenarnya bahagia bukan seberapa baanyak barang yang kita punya, setinggi jabatan apa yang kita miliki, seberapa bagus tempat yang kita pijak. Tapi... Bahagia itu dari seberapa banyak bersyukur kita hari ini dan nanti.

Di dunia ini l, pada fikiran kita memang terdapat kalimat "Rumput tetangga memang selalu lebih hijau". But, jika kita mau bersyukur rumput kita akan hijau juga karena disirami rasa "bersyukur" itu sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar